Perbedaan Mata Silinder dan Minus

Perbedaan Mata Silinder dan Minus

Perbedaan Mata Silinder dan Minus

Perbedaan Mata Silinder dan Minus

Mata bisa dikatakan salah satu organ tubuh yang penting bagi manusia. Seperti organ tubuh lainnya, mata pun tidak luput dari gangguan dan kelainan. Ada dua gangguan mata yang paling umum dialami oleh manusia, yaitu rabun jauh dan silinder.

Kedua gangguan ini memiliki gejala yang hampir mirip, namun memiliki efek yang sangat berbeda. Agak kita tidak keliru dlan menanganinya, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang perbedaan mata minus dan silinder.

Mata Minus : Penyebab dan Gejalanya

Dalam istilah medis, gangguan mata minus dikenal dengan istilah myopia atau rabun jauh. Penderita gangguan mata minus ini tidak dapat melihat objek dengan jarak yang cukup jauh. Tapi jaraknya pun berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung seberapa parah rabun jauh yang dideritanya.

Ganguan mata minus ini terjadi akibat gagalnya kornea dalam memantulkan cahaya tepat di tengah retina, tetapi pemantulan cahaya ini justru terletak jauh di depan retina. Hal inilah yang mengakibatkan pandangan menjadi tidak fokus atau kabur, terutama ketika melihat objek yang jauh.

Gejala Mata Minus

Gejala yang paling terasa jika kita mengalami gangguan mata minus adalah pandangan menjadi lebih kabur dari biasanya ketika kita berusaha melihat objek yang berjarak jauh, misalnya ketika kita berusaha membaca petunjuk jalan ketika sedang menyetir atau membaca tulisan di papan pengumuman.

Tapi ada juga beberapa gejala lain yang terjadi ketika kita mengalami mata minus, antara lain:

  • Sakit kepala
  • Mata terasa sakit dan cepat lelah
  • Sering memicingkan mata

Gangguan ini bisa diatasi dengan penggunaan kacamata dengan ukuran yang tepat atau lensa kontak. Biasanya di awal pemakaian, kita akan merasa mual atau pusing, tapi lama-kelamaan kita akan terbiasa.

Mata Silinder : Penyebab dan Gejalanya

Penyakit mata silinder memiliki bahasa medis astigmatisma. Gangguan ini terjadi akibat bentuk kornea atau lensa mata yang tidak sempurna, sehingga tidak dapat memantulkan cahaya dengan normal. Sehingga, penderita gangguan mata silinder ini memiliki penglihatan yang kabur dan berbayang. Sekilas memang mirip dengan ganguan mata minus.

Selain itu, faktor keturunan juga bisa mengakibatkanq seseorang menderita gangguan mata silinder. Seseorang mungkin saja sudah memiliki bakat itu sejak lahir, tapi baru merasakan efeknya ketika sudah dewasa. Gangguan mata silinder juga bisa dialami setelah seseorang menjalani operasi mata.

Gejala Mata Silinder

Gangguan mata silinder memiliki beberapa gejala, antara lain:

  • Pandangan kabur
  • Melihat tulisan seakan berbayang, menjadi dua
  • Sulit melihat ketika malam
  • Mudah pusing
  • Tidak tahan pada silau cahaya
  • Sering memicingkan mata untuk melihat suatu objek

 

Perbedaan Mata Silinder dan Minus Pengobatan dengan herbal S Lutena

 

Untuk Obat Mata Silinder yaitu dengan meminum suplemen untuk Obat Mata Silinder. Salah satu suplemem Obat Mata Silinder yang baik adalah S LUTENA. Lutena Naturally Plus adalah suplemen obat mata minus yang memiliki efek terapi tinggi untuk penyakit mata dan berbagai penyakit berat lainnya.

Komposisi S Lutena

Refined fish oil (mengandung DHA), Wheat germ oil, ekstrak blackcurrant, Ekstrak blueberry, Gelatin, Gliserin, Beeswax, Ekstrak vitamin E, Ekstrak marigold (mengandung lutein dan zeaxanthin), Lycopene tomat, Carotene, Gardenia, Vitamin B1, B2, B6, dan B12.

Selengkapnya tentang herbal Slutena bisa dilihat di link di bawah ini !!!!!!!

Untuk order dan pemesanan silahkan langsung hubungi kontak person yang tertera pada website.

 

You may also like...